Wednesday, 26 August 2015

LATIHAN PERENCANAAN Oleh Dr. Nunuk Retnandari

Latihan Perencanaan bermanfaat dalam penyusunan RKPD dan RPJMD

Susunan laporan latihan perencanaan yaitu:

Bab 1. Latar Belakang
Bab 2. Analisis Masalah
Bab 3. Perumusan Alternatif Solusi
Bab 4. Pengkajian Alternatif
Bab 5. Rencana Pelaksanaan
Bab 6. Rencana Monitoring dan Evaluasi

Dalam analisis masalah menggunakan metode penelusuran maslaah menggunakan pohon masalah atau metode tulang ikan. 

Friday, 14 August 2015

ANALISIS INPUT OUTPUT OLEH : Prof. Dr. Tri Widodo, M.Ec.Dev

PENGERTIAN DASAR TABEL IO

Pada dasarnya merupakan uraian statistik dalam bentuk matrik yang menyajikan informasi tentang transaksi barang & jasa serta saling keterkaitan antar satuan kegiatan ekonomi (sektor) dalam suatu wilayah pada suatu periode waktu tertentu.
Isian baris menunjukkan bagaimana output suatu sektor dialokasikan ke sektor lainnya untuk memenuhi permintaan antara & permintaan akhir.
Isian kolom menunjukkan pemakaian input antara & input primer suatu sektor.
Tabel IO ini dapat digunakan untuk mengetahui Final Demand masing-masing sektor dan
mengetahui pengaruh masing-masing sektor.

Bagaimana investasi di sektor 1 (pertanian) sebesar 5 M dimasukkan ke dalam Final Demand
M.
Tabel IO bermanfaat untuk:
1. Mengatahui struktur ekonomi yang mencakup struktur output dan nilai tambah
2. Struktur Input antara adalah Penggunaan barang dan jasa oleh kegiatan produksi
3. Stuktur peyediaan barang dan jasa baik 
4. Linkages (menganalisis dampak) baik backward linkages dan forward linkages. 

PARADOX SAVING

Menabung tidak baik secara makro ekonomi,

Output = PiQi =  Pi A f (K.L) = C+I +G+ (X-M)

Fungsi Konsumsi :

C = C + c Y

C: Konsumsi
C : Konsumsi Otonom
c : Marginal Properity (MPc) --> konsumsi yang harus tetep keluar ketika tidak ada pendapatan

Berdasarkan penelitian di Indoensia yaitu

C = 200.000 + 0,75 Y
                                     1               1
Angka pengganda = ---------= ------------= 4
                                 1 - c          1 - 0,75

Semakin kaya seseorang maka yang ditabung semakin kecil MPC, misalnya tukang becak dapat Rp. 20.000 maka yang dibelnjakan untuk kebutuhan makan 20 rb, jadi MPc nya sama dengan 1.

KEUNGGULAN KOMPARATIF
menurut seorang ahli David Ricardo

disebabkan oleh factor endowment (kepemilikan faktor) contohnya
Biji Kakau atau cokelat indonesia unggul setelah Pantai Gading dan Gana.

KEUNGGULAN KOMPETITIF

Oleh Michael Porter)
(Daya Saing) berdasarkan manajemennya 

Thursday, 13 August 2015

PERENCANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL OLEH: Prof. DR. M. Baiquni, MA.

PEMBANGUNAN REGIONAL atau PENGEMBANGAN WILAYAH OTONOMI DAERAH

PENGEMBANGAN WILAYAH
Wilayah adalah hamparan terbuka yang tidak dibatasi secara administratif tetapi merupakan fungsi yang relatif HOMOGEN.

JENIS /MODEL PENGEMBANGAN WILAYAH
  • Sectoral Integrated Area Development
  • District Integrated Area Development
  • Provincial Integrated Area Development
  • Regional Integrated Area Development 
Pengembangan wilayah sebagai upaya pembangunan yang berkelanjutan antara masa lalu dan masa depan dengan cara meningkatkan kemampuan dan kreatifitas manusia.

Tiga dimensi dalam PW Geografi
  1. Waktu 
  2. Ruang 
  3. Substansi
Dimensi Substansi 
Keragaman ekosistem perlu inovasi dan konsistensi kebijakan.
Otonomi mendekatkan aspirasi dan partisipasi dlam pelayanan publik
Masalah-masalah otonomi diperlukan adanya konsistensi kebijakan.
Otonomi mendekatkan aspirasi dan pelayanan publik.
Otonomi fleksibel dan konstektual sesuai untuk pembangunan dengan setting wilayah yang beragam.
Otonomi memerlukan waktu dan pengalaman via proses pembelajaran.

Studi Kasus Bantul
Periklanan sudah mulai ditata dengan sistem vidio tron
Kabupaten Sleman
Sampah visual sudah mulai akan ditata dalam waktu dekat mungkin jalan Gejayan sudah mulai ada perencanaan penataannya, dan akan ada aturan yang akan dikeluarkan periklanan.

PRINSIP PENGEMBANGAN WILAYAH

  • Perdekatan holistik
  • Memahami komponen ekosistem wilayah
Koordinasi antar daerah ada 3:
  • Horizontal
  • Vertikal
  • Diagonal 
KOORDINASI PEMBANGUNAN REGIONAL DAN SEKTORAL

  • Koordinasi diantara sektor tidak mudah
  • Diperlukan kepemimpinan kolektif kolegial
  • Diperlukan komunikasi yang kontinyu


PERENCANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL OLEH: Prof. DR. M. Baiquni, MA.

TINJAUAN HISTORIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN INDONESIA

FASE 1
DUA PULUH TAHUN PERTAMA (1945  -  1965)

  • Pembangunan diawali dengan konsolidasi kekuatan.
  • dua puluh tahun pertama berhasil mempertahankan kemerdekaan 
  • Persatuan dan kesatuan bangsa berhasil dipertahankan
  • Pemmpin bangsa berhasil menyusun rencana pembangunan nasional. 
FASE II
PERIODE PEMBANGUNAN PELITA 1969 - 1997
  • pEMERINTAHAN ORDE BARU MENYUSUN RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUNAN 
  • Awal pelita dimulai bertahap diwarnai oleh gagasan pertumbuhan ekonomi model WW Rostow (The Stages of Economic Growth)
  • Awal pelita dimulai dengan pembangunan pertanian, penyediaan pangan dan kebutuhan daasar, pada 1984 dicapai Swa Sembada Pangan (Penghargaan FAO).
  • Puncak pencapaian pada HUT Kemerdekaan ke 50 pada 1995, dan pada tahun 1997 terjadi krisis dan terjadi pergantian rezim.
FASE III
PERIODE KINI (2005 - 2025)
  • Terbitnya undang-undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU SPPN)
  • Terbjitnya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 - 2025.  


PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI DAERAH OLEH : DR. Nunuk Dwi Retnandari

STRUKTUR EKONOMI

  • Komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian.
  • Tinjauan Struktur Ekonomi
  1. Tinjauan makro-sektoral
  2. Tinjauan keruangan
  3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan 
  4. Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan
Struktur Ekonomi bisa ditinjau dengan:
  1. Sektor
  2. Keruangan
  3. Birokrasi struktural
MAKRO SEKTORAL EKONOMI 
  • Tulang punggung ekonomi dari sisi sektor yang tumbuh
  • Corak sektor ekonomi : agraris, industri, perdagangan dan jasa
  • Indikator: pembentukan PDB, pekerjaan penduduk dan pola investasi dsb.
PENYELENGGARAAN KENEGARAAN 
  • Berdasarkan tinjauan penyelenggaraan kenegaraan 
  • Corak perekonomian : berstruktur etatis, egaliter, atau borjuis.
  • Faktor penentu: siapa atau kalangan mana yang menjadi pemeran utama dalam perekonomian yang bersangkutan (negara, Swasta pemilik kapital, swasta pemilik lahan).
BIROKRASI
  • bERDASARKAN TINJAUAN BIROKRASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 
  • Corak perekonomian: Struktur ekonomi yang sentrlistik dan yang desentraslistik
  • Faktor pennetu: keputusan politik

PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI DAERAH OLEH : DR. Nunuk Dwi Retnandari

SUMBER PERTUMBUHAN YANG LAIN YAITU:

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

  • Percepatan proses produksi : revolusi industri dan transportasi : pemanasan global.
  • Pergantian pola kerja: spesialisasi
  • Industri kreatif
  • Pembangunan berkelanjutan
  • Peran industri kreatif Indonesia tahun 2006 dan 2013
  • PDB : 2006: 6,3 % menjadi 6,9 % di 2013
  • Kesempatan Kerja 2006: 3,35 % menjadi 10,65 % di 2013
  • Eksport: 10,58 %.
FAKTOR BUDAYA 
  • Berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
  • Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet, dan kreatif, inovatif dsb.
  • Budaya yang dapat menghambat proses pembanguanan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
  • Budaya itu statis atau dapat berubah?
SUMBER DAYA MODAL

PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI DAERAH OLEH : DR. Nunuk Dwi Retnandari

Pertumbuhan Ekonomi 

Akan terjadi ketika nilai output (PDRB) pada suatu tahun berbeda pada setiap tahun dengan rumus:
        Yt  - Y t-1
Y = ------------   x 100 %
           Yt-1

Sumber Pertumbuhan 
SISI PERMINTAAN

  • Rumah Tangga 
  • Swasta
  • Pemerintah
  • Luar Negeri
SISI PENAWARAN PENINGKATAN KAPASITAS INPUT PRODUKSI
Sisi penawaran lihat nilai inputnya. 
  • Sumber Daya Manusia 
  • lmu pengetahuan dan teknologi
  • sumber daya alam
  • sosial budaya 
  • Modal
INGAT DIAGRAM KERANGKA EKONOMI MAKRO

FAKTOR SUMBER DAYA MANUSIA 
  • Manusia : Skill dan atau fisiknya
  • Sejauhmana sumber daya manusianya selaku subyek pembangunan memiliki kompetensu yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
  • Jika kualitas SDM setara dengan produktifitas maka:
  • Produktifitas negara ASEAN dibanding Amerika adalah (UNDP, 2012)
  • Indonesia 36 %
  • Kanboja 45 %
  • Malaysia 43 %
  • Thailand : 37 %
  • Philipina 30 %
SUMBER DAYA ALAM
  • Sumber daya alam yang melimpah tidak menjamin keberhasilan pembangunan
  • Tumpuan pada sumberdaya alam hanya akan menghasilkan kutukan jika tidak diikuti dengan manajemen yang baik.
  • Kutukan sumberdaya alam itu adalah misalnya SDA tambang yang tinggi maka PAD tinggi, PDRB tinggi, yang terjadi Pemda akan terlena akan hal tersebut, dan tidak memperhatikan sektor yang lain misalnya sektor pertanian dan sektor perikanan dan peternakan. 
  • Sebuah Ilustrasi:
  • Bangka Belitung sudah melakukan eksploitasi tambang timah sejak 178 tahun yang lalu.
  • Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 adalaah 6,40 bandingkan dengan angka nasional yang mencapai 6,32.
  • Analisis LQ dari BI sektor Basis masih pertambangan dan penggalian, padahal menurut prediksi tahun 2019 cadangan itu telah habis.
  • 64,12 % dari luas lahan mengalami krisis akibat dari tambang.
  • Saat ini pemerintah daerah sedang mengarahkan perekonomian pada sektor pariwisata.
  • Negara lain segera menyetop tambang ketika mengalami penyakit belanda.