Thursday, 13 August 2015

PERENCANAAN PROYEK OLEH: DR. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec

Unsur Good Governance: ada 8 unsur:

  1. Accountable
  2. Transparent
  3. Responsive 
  4. Equitable and inclusive
  5. Effective and Efficient
  6. Follow the rule of law
  7. Participatory
  8. Consensus oriented
CASE STUDY
Diagramming the Network:
dimana ada 3000 pekerjaan yang akan di kerjakan oleh AS Military
sehingga dibuatlah Diagramming activity Network
misalnya
S--->T----U dimana kerjaan U akan sangat tergantung terhadap T dan T ini baru bisa dikerjakan setelah S selesai dikerjakan.

sebagai contoh :


Wednesday, 12 August 2015

PENJELASAN TENTANG STUDI LAPANGAN Oleh: DR. Nunuken

Intinya studi lapangan ini untuk melihat implimentasi yang sudah terjadi, yang akan kita lihat proses proses perencanaan dan penganggaran. misalnya belajar tentang apa yang terjadi.

Proses teknokratis apa yang terjadi dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Proses Bottom up -----> ada di musrenbang apakah sudah efektif.

Intinya penulisan:
Kerangka seperti perencanaan 

PENGUATAN INSTITUSI LOKAL DALAM AGENDA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Oleh: DR. Bambang Hudayana

AGENDA PENGUATAN PARTISIPASI :

  1. RELEVANSI
  • Pembangunan partisipasi warga sering bias elit dan miskin partisipasi sehingga gagal menjawab masalah kemiskinan keswadayaan, keadilan sosial, institusi lokal menjadi instrumen untuk pemberdayaaan. 
  1. PERLU ARENA PENGEMBANGAN PARTISIPASI YANG LEBIH BERAKAR DALAM BUDAYA LOKAL DAN JALAN KELUARNYA ADALAH MEMPERKUAT KEMBALI INSTITUSI LOKAL
  • Rembug Desa
  • Peradilan Adat
  • Gotong Royong
  • Selamatan Kampung
MASALAH KETIMPANGAN RELASI KUASA WARGA VERSUS NEGARA DAN PASAR

PERENCANAAN PROYEK OLEH: DR. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec

"If you want to know your past, look into your present conditions. If you want to know your future, look into your present actions".

Proses perencanaan dalam sekup ekonomi adalah ada nilai tambah.

Defining goals establishing  strategy, and developing plans to coordinate activities.

  1. Background
  • Description of the current state of affairs
  • Explanation of recent events leading the need for this change
  • Description of newly identified opportunity that requires change in order to adopt it.
  1. S

PENGUATAN INSTITUSI LOKAL DALAM AGENDA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Oleh: DR. Bambang Hudayana

Konteks Lahirnya Agenda Penguatan Institusi Lokal
Penghidupan tradisi lama atau adat yang dihidupkan kembali dengan alasan:

Kegagalan Pembangunan

  • Pembangunan melahirkan institusi baru dan merusak institusi lokal lama.
  1. Merosotnya identitas asli yang bernilai bagi warga
  2. meminggirkan kelompok warga yang bertahan dengan institusi lokal
  • pembangunan ikut melancarkan westernisasi dan hancurnya budaya lokal sehingga mengancam kearifan lokal
  • pembanguanan menghancurkan self governing community
Banyak institusi lokal yang melindungi dari gempuran pembangunan ekonomi yang merusak. 
Dalam penyelesaian permasalahn di kampung banyak masyarakat yang menghidupkan kembali peradilan adat sebagai sebuah informal justice system

Sebagai contohnya 
Modal sosial di Indonesia misalnya extended family yaitu jejaring pertolongan antar anggota keluarga besar. saat ini sudah mulai paham nuclear family terjadi di Indonesia dimana masyarakat lebih mengandalkan keluarga intinya saja. 

ANCAMAN GLOBALISASI 
  • Meningkatnya budaya konsumtif dan merebaknya Pop Culture
  • Runtuhnya budaya lokal dan meluasnya keterasingan budaya
  • Runtuhnya ketahanan ekonomi dan solidaritas horisontal antar warga
  • Runtuhnya kuasa negara diganti dengan kuasa pasar (Neoliberalisme)

PENGUATAN INSTITUSI LOKAL DALAM AGENDA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Oleh: DR. Bambang Hudayana

Potensi sosial dan kelembagaan lebih menitikberatkan pada unsur:

  1. Berhasil Guna
  2. Berkelanjutan
  3. Manusiawi ----->partisipatif
  4. Prosedural
Modal dalam masyarakat ada dua yaitu;
  1. Modal Material----ini lebih cenderung untuk menonjolkan modal uang, material dll. 
  2. Modal Sosial-----misalnya banyak jaringan dalam masyarakat akan mempengaruhi kesuksesan seseorang. 
  3. Modal Budaya---- misalnya bangsa jepang memiliki modal budaya yang cukup kuat yaitu kerja keras, disiplin. 
  4. Modal Simbolik---misalnya pak kiai itu suatu sisbom keagamaan yang menguntungkan. 
Diantara modal sosial itu ada yang disebut dengan institusi atau kelembagaan yang membuat manusia bisa mandiri secara kolektif. Robert Putlan penulis buku Modal Social itu menyebutkan di daerah jawa terdapat arisan yang digunakan untuk membangun bersama dan berembuk masalah keuangan mikro bersama. 

Kelembagaan sosial yang bersifat lokal ini mampu nengentaskan urusan sosial atau rumah tangga mereka. Contoh institusi lokal yaitu:
  • Rembug Desa
  • Gotong Royong
  • Jimpitan
  • Arisan
  • Sadranan, Rosulan, Bersih desa
  • Peradilan Adat
  • dll.
Organisasi Lokal dalam bidang:
  • Bidang Bantuan Sosial misalnya Pangrupi laya
  • Bidang Pelayanan Kewargaan misalnya perkumpulan RT, Dusun, Banjar, Jorong dll
  • Bidang Ekonomi misalnya Subak, Sasi
  • Bidang Kepemerintahan misalnya organisasi masyarakat adat, Kepemimpinan panglima laot. dll


ASPEK KELEMBAGAAN POLITIK DALAM PERENCANAAN Oleh: DR. Haryanto, MA

Kondisi yang terjadi di daerah adalah terbentuknya figur kepemimpinan dari orang-orang yang dituakan. Dalam kondisi berpolitikan terbentuk sebuah pemikiran prakmatis yang terkait dengan kondisi sosio_ekonomi masyarakat. kondisi real masyarakat dalam pemilu kada yang kecil misalnya pemilihan kepala desa. Sering terjadi pilihan pragmatis dikarenakan money politik berubah pilihan. Figure menjadi tidak penting dalam sebuah pemilihan tersebut.

Birokrasi adalah kepanjangan tangan eksekutif dalam menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah. Birokrasi ini seharusnya netral dalam setiap kebijakan.